Alam Semesta

08-04-17 Uak Sena 0 comment

Apa yang disebut alam semesta (universe)? Sulit mendefinisikannya selain dengan menyebut bahwa segala sesuatu yang ada pada diri manusia dan diluar dirinya (tanpa diketahui batas-batasnya) merupakan suatu kesatuan yang unik dan misterius. Sejak zaman awal manusia senantiasa berfikir tantang hakikat dan sejarah terbentuknya alam semesta. Walaupun ilmu pengetahuan modern telah berhasil menyajikan jawaban-jawaban yang menakjubkan, namun hingga kini jawaban tersebut betul-betul belum memuaskan.

Para ilmuan kini menyadari bahwa setiap kemajuan baru dalam pemahaman jagat raya ternyata menempatkan manusia semakin jauh dari pusatnya dan semakin memperkecil perannya. Ahli Astronomi abad-17 mengungkapkan bahwa bumi bukanlah pusat tata surya melainkan salah satu dari sekian planet yang mengedari matahari. Pada abad ke-19 para astronomi mengarahkan teleskopnya ke bintang-bintang dan menggunakan peralatan spektroskop yang baru dikembangakan untuk mengukur berbagai gelombang cahaya bintang. Ternyata didapati bahwa matahari sebuah bintang biasa belaka, yang agak sulit dikenal dalam skala galaksi. Matahari ternyata adalah satu dari sekitar 100 milyar buah bintang dalam galaksi bima sakti. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa jumlah galaksi di jagat raya ini sangat besar jumlahnya dan mungkin sebanyak jumlah bintang dalam galaksi.

Asal usul alam semesta menjadi titik perhatian serius ilmuan kosmologi. Berdasarkan kenyataan pergerakan mengembang galasi-galaksi memang ada sebagian pendapat yang menyatakan bahwa kerapatan jagat raya ini tetap, tidak berubah. Hal ini disebabkan sewaktu galaksi-galaksi saling menjauhi dalam ruang antar galaksi terus terciptakan materi baru yang berfugsi mempertahankan kerapatan jagat raya agar kurang lebih konstan. Galaksi baru yang terciptakan dari materi baru ini akan membuat jagat raya tampak sama tidak hanya dari tempat yang berbeda tetapi juga sepanjang masa, sekarang dan masa yang akan datang. Hipotesis ini disebut “steady state“.

Tafsiran kedua menyatakan bahwa setiap galaksi bergerak saling menjauhi yang berarti jauh dari masa lampaujarak antar galaksi lebih dekat. Jadi pada masa itu kerapatan jagat raya lebih besar. Jika ditelusuri lebih jauh lagi kemasa lampau akan didapatisebuah titik dengan kerapatan tak terhingga. Hipotesis ini disebut “unsteady state” atau “big bang theory” (teori ledakan besar). Kedua teori diatas dipegang oleh penganutnya masing-masing. Tetapi penelitian mutakhir mengunggulkan teori ledakan besar dari semua model kosmologi lainya.

Menurut kosmologi big bang, system tata surya kita terbentuk lima milyartahun yang lalu. Bintang-bintang tertua diduga terbentuk sepuluh milyar tahun yang lalu dan banyak diantaranya telah menamatkan riwayatnya sebagai supernova (awan raksasa hasi ledakan bntang) atau revolusi menjadi bintang katai putih atau lubang hitam. Pembentukan galaksi terjadi sekitar 13-14 milyar tahun yang lalu. Sebelum itu seluruh jagat raya hanya terdiri dari gas hidrogen, helium dan radiasi, tetapi grapitasi tetap berpengaruh besar pada strukturnya. Hamper 15 milyar tahun yang lalu atau sekitar 700.000 tahun setelah big bang, antara radiasi dengan materi tidak lagi terjadi pergandengan. Pada saat ini electron dan proton purba bergabung membentuk hidrogen (masa ini adalah masa pembentukan atom-atom). Sebelum itu keduanya berada dalam keadaan bebas dengan dukungan kekuatan medan elektromagnetik.

Pada masa antara 700.000 tahun sampai dengan 225 detik setelah big bang terjadi pembentukan inti atom. Partikel-pertikel dasar mulai terbentuk pada 0,0000001 detik. Pada saat 10 pangkat 43 detik setelah big bang yang disebut “waktu plang“, antara satu partikel dengan pertikel lainnya tidak bisa di bedakan. Partikel tersebut tersusun quark. Karena para ilmuan belum mengetahui massa quark (mengingat belum pernah teramati quark bebas), maka tidak dapat diketahui pada saat atau suhu berapakah peristiwa pembentukannya terjadi. Pada waktu plank ini, pertanyaan mengenai apa yang terjadi “sebelum” peristiwa big bang tidak lagi bermakna. Ini sama halnya menanyakan apa yang berada :”di Dalik” tepi jagat raya sekarang.

Pertanyaan tentang masa depan jagat raya juga tak kalah menariknya. Dua kemungkinan jawaban tentang pertanyaan ini sama-sam membangkitkan rasa takut dan kagum. Pertama, jagat raya terus mengembang selamanya. Semua bintan dan balaksi pada akhirnya menggunakan semua energinya sampai habis dan menjadi benda kecil hitam lalu lubang hitam. Jagat raya akan menjadi dingin dan gelap serta semua kehidupan akan berakhir. Kedua pengembangan jagat raya secara berlahan-lahan akan berhentidan diikuti dengan penyusutan gravitasi serta seluruh jagat raya luluh menjadi satu titik dan kiranya akan menjdi big bang selanjutnya. Dadu komik terlempar lagi dan sebuah jagat raya baru lahir kembali, mungkin bahkan dengan hukum-hukum fisika yang baru dan berbeda-beda. Berangkali hidup kembali kecerdasan dan kemungkinan satu dua generasinya akan mempunyai keistimewaan seperti manusia kini untuk hidup pada masa yang luar biasa itu ketika hukum-hukum mendasar jagat raya berlaku dan dipahami.

Disadur dari: Buku Studi Islam untuk Perguruan Tinggi



Leave a reply