Pembaharuan Administrasi dalam Konteks Birokrasi

08-04-17 Uak Sena 0 comment

Dalam konteks administrasi negara dan administrasi pembangunan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan tema tersebut adalah tema yang berkaitan dengan birokrasi. Dalam konteks dan pemahaman umum bahwa birokrasi terkadang selalu dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan prosedur penyelesaian suatu urusan dalam pemerintahan, atau seluk-beluk pengurusan sesuatu yang sangat berbelit-belit dan sebagainya. Misalnya jika seseorang ingin mendapatkan informasi tentang sesuatu maka informasi tersebut akan dikirim dari pejabat satu kepejabat lain dan jika hal tersebut tidak dipantau secara ketat bisa saja informasi yang diharapkan tersebut tidak akan di dapatkan oleh seseorang.

Birokrasi kemudian memiliki konotasi yang sangat negatif. Bahkan ada kecenderungan birokrasi dihubungkan dengan pristiwa-peristiwa kemacetan-administrasi atau tidak adanya efesiensi dan efektifitas pelayanan administrasi, khususnya administrasi pemerintahan. Padahal menurut Bintoro Cokroamidjodjo (1988) birokrasi bukan memuat hal yang terkait dengan pelayanan yang berbelit-belit, kemacetan administrasi dan tidak efesiensinya sesuatu, akan tetapi birokrasi malah dimaksudnkan sebagai suatu bentuk upaya yang dilalukan untuk dapat memeberikan pelayanan secara terorganisisr terhadap suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh seseorang.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas maka dalam makalah ini akan dibahas tentang pembaharuan administrasi dalam konteks birokrasi. Hal ini tentu tepat untuk dibicarakan karena di satu sisi pelaksanaan administrasi pembangunan sebagai suatu bentuk penentuan kebijakan dan upaya mengimplemetasikan kebijkan tersebut harus dilakukan secara lebih terorganisir dan teratur agar tujuan pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya dapat dicapai. Jik aterjadi suatu perubahan dan pembaharuan adminsitrasi pembangunan sebagai akibat dari upaya pemenuhan tuntutan perubahan rencana dan strategi pembangunan, maka harus pula didukung oleh birokrasi yang memadai.



Leave a reply